Ik woon in Nederland bijna 4 jaar. Veel plezier en gezellig moment die ik met mijn fam en mijn vrienden heb gemaakt. Ik voel me vrolijk tot nu. Vandaag is laatste dag van dit jaar, 2011. Elk het oudjaar avond heb ik lekker genieten om vuurwerk te kijken. Ja..veel mensen kopen vuurwerk elk jaar. Gezellig om te kijken maar niet gezellig als ik zelf het moet kopen :-). Zonde voor geld. Toen ik nog in Alkmaar woonde, kocht mijn buurman elk jaar ongeveer 500 euro alleen voor vuurwerk. En na het oudjaar afgelopen was, hoord ik uit nieuws in televisie hoeveel miljaaren euro schade door vuurwerk.
Ik berijp waarom de mensen willen duizenden vuurwerk kopen, waarom zij vinden gezellig om veel geld te branden ? Hier kunnen wij niet zien welke mensen die arm zijn, wij zien nooit mensen die viesse eten uit vuilnisbak te krabben..nooit. Wij zien nooit die een gezin onder brug wonen, nooit. Iedereen kunnen leven, iedereen kunnen eten..dus de mensen kopen vuurwerk met veel geld zonder veel te denken.
Ik hoop dat de arme landen vooral mijn land, Indonesie in nieuwjaar beter dan dit jaar gaan.
GELUKKIG NIEUWJAAR VOOR IEDEREEN.
Sabtu, 31 Desember 2011
Jumat, 30 Desember 2011
Berdandan super tebal dijejaring sosial.
Mencintai pasangan kita dengan hati yang selalu berbunga-bunga adalah kondisi yang selalu diharapkan dalam setiap hubungan pernikahan. Merasa bangga padapasangan, juga sesuatu yang bisa dikatakan normal...kebanggaan pada pasangan juga sebuah bukti bahwa kita mencintainya dengan setulus hati kita. Tetapi..hmm ada tapinya..memujinya setiap hari ditempat yang rasanya agak-agak "aneh" dengan pujian setinggi langit hingga menyentuh para dewa disana kayaknya tidak harus deh. Dimana tempat "aneh" tersebut ? Di dunia maya, dijejaring sosial. Pujian dan ucapan terimakasih pada pasangan yang melakukan hal-hal yang "wow" untuk kita. Tulisan kita itu bukan mengundang "rasa salut" dari teman-teman yang membaca..malah mendapat cibiran, bahkan akhirnya jadi bahan ledekan.
Bagaimana pujian kepada pasangan malah mendatangkan cibiran dari teman-teman ? Apa mungkin teman-teman saja yang iri hati ? Hmm coba bacalah dijejaring sosial kita yang mengungkapkan bagaimana pasangan kita "mengelap sepatu kita, mengepel lantai, memasak makanan yang buat pasangan kita sendiri mungkin baru didengar namanya hingga pasangan kita harus ngoprek tante google untuk mencari resepnya, lalu...menggendong kita kekamar tidur bagian paling puncak dari rumah karena kaki kita kena gigitan kecoa sehingga kita tidak sanggup berjalan lagi, cukup kesakitan begitu rasanya..lalu..menggosok gigi kita saat kita mau tidur. Dan kita mengatakan bahwa pasangan kita adalah pasangan yang benar-benar takut TUHAN sehingga dengan relanya dia melayani kita bak seorang dewa dewi yang sama sekali tidak boleh makan sate langsung dari tusukannya..halah itu dewa dewi atau setan jambrong sih ?
Bukankah pujian kita dan ucapan terimakasih kita untuk pasangan yang melakukan smuanya tertuang dijejaring sosial itu loh membuat semua mata yang membacanya "terheran-heran", bukan manggut-manggut mengerti, tapi geleng-geleng kepala karena ada sesuatu yang tidak wajar dari kalimat-kalimat pujian kita itu. Lalu..cemoohan bahkan hinaan mulai tertuang dikomentar-komentar yang sebenarnya tidak ingin kita baca. Maukah kita menerima hinaan yang sebenarnya bukan tertuju pada pasangan kita, tetapi tertuju pada kita yang menulisnya distatus jejaring sosial..penghinaan yang salah tujuan, akhirnya..kemana ? Yah tertuju untuk pasangan kita yang mungkin saja sebenarnya tidak melakukan hal-hal fantastis itu untuk kita.
Wajah yang selalu tersenyum, guratan-guratan keceriaan ada dimata kita, sudah menandakan dan mengisyaratkan bahwa pernikahan kita bahagia, bahwa kita memiliki pasangan yang begitu mencintai kita. Jangan menulis hal-hal bodoh yang diluar kebiasaan, seperti: pasangan yang segera kembali kerumah saat kita telpon karena kita tidak tahan mengupas bawang merah. Pasangan tidak ingin melihat kita menangis gara-gara ulah bawang merah yang selalu ada dendam kepada siapa saja yang berani mengupas kulit tipisnya. Itu kan bukan hal yang wajar dan normal..segitu cintanya dia sehingga rela diskors dari kantor hanya gara-gara "tangisan airmata bawang merah" milik kita ? Hal bodoh yang tidak pernah terjadi di dunia ini. Tulisan yang intinya ingin bercerita pada khalayak ramai bahwa begitu cintanya pasangan terhadap kita, tetapi akhir titik dari status kita menyiratkan bahwa kita menjadi seorang pembohong nomer wahid didunia jejaring sosial
Jika pasangan kita mengetahui semua itu, apakah tidak akan membuatnya malu ? Coba pikir kembali.
Banyak orang ingin memiliki teman yang apa adanya, bukan berkhayal dari waktu kewaktu, bukan berjalan tanpa menginjak tanah, bahkan bukan selalu menjadi yang terhebat. Tampil ada apanya lebih baik dari pada tampil memakai bedak "over acting" malah menandakan bahwa sebenarnya kita tidak memiliki apa yang selama ini kita gembor-gemborkan.
Bagaimana pujian kepada pasangan malah mendatangkan cibiran dari teman-teman ? Apa mungkin teman-teman saja yang iri hati ? Hmm coba bacalah dijejaring sosial kita yang mengungkapkan bagaimana pasangan kita "mengelap sepatu kita, mengepel lantai, memasak makanan yang buat pasangan kita sendiri mungkin baru didengar namanya hingga pasangan kita harus ngoprek tante google untuk mencari resepnya, lalu...menggendong kita kekamar tidur bagian paling puncak dari rumah karena kaki kita kena gigitan kecoa sehingga kita tidak sanggup berjalan lagi, cukup kesakitan begitu rasanya..lalu..menggosok gigi kita saat kita mau tidur. Dan kita mengatakan bahwa pasangan kita adalah pasangan yang benar-benar takut TUHAN sehingga dengan relanya dia melayani kita bak seorang dewa dewi yang sama sekali tidak boleh makan sate langsung dari tusukannya..halah itu dewa dewi atau setan jambrong sih ?
Bukankah pujian kita dan ucapan terimakasih kita untuk pasangan yang melakukan smuanya tertuang dijejaring sosial itu loh membuat semua mata yang membacanya "terheran-heran", bukan manggut-manggut mengerti, tapi geleng-geleng kepala karena ada sesuatu yang tidak wajar dari kalimat-kalimat pujian kita itu. Lalu..cemoohan bahkan hinaan mulai tertuang dikomentar-komentar yang sebenarnya tidak ingin kita baca. Maukah kita menerima hinaan yang sebenarnya bukan tertuju pada pasangan kita, tetapi tertuju pada kita yang menulisnya distatus jejaring sosial..penghinaan yang salah tujuan, akhirnya..kemana ? Yah tertuju untuk pasangan kita yang mungkin saja sebenarnya tidak melakukan hal-hal fantastis itu untuk kita.
Wajah yang selalu tersenyum, guratan-guratan keceriaan ada dimata kita, sudah menandakan dan mengisyaratkan bahwa pernikahan kita bahagia, bahwa kita memiliki pasangan yang begitu mencintai kita. Jangan menulis hal-hal bodoh yang diluar kebiasaan, seperti: pasangan yang segera kembali kerumah saat kita telpon karena kita tidak tahan mengupas bawang merah. Pasangan tidak ingin melihat kita menangis gara-gara ulah bawang merah yang selalu ada dendam kepada siapa saja yang berani mengupas kulit tipisnya. Itu kan bukan hal yang wajar dan normal..segitu cintanya dia sehingga rela diskors dari kantor hanya gara-gara "tangisan airmata bawang merah" milik kita ? Hal bodoh yang tidak pernah terjadi di dunia ini. Tulisan yang intinya ingin bercerita pada khalayak ramai bahwa begitu cintanya pasangan terhadap kita, tetapi akhir titik dari status kita menyiratkan bahwa kita menjadi seorang pembohong nomer wahid didunia jejaring sosial
Jika pasangan kita mengetahui semua itu, apakah tidak akan membuatnya malu ? Coba pikir kembali.
Banyak orang ingin memiliki teman yang apa adanya, bukan berkhayal dari waktu kewaktu, bukan berjalan tanpa menginjak tanah, bahkan bukan selalu menjadi yang terhebat. Tampil ada apanya lebih baik dari pada tampil memakai bedak "over acting" malah menandakan bahwa sebenarnya kita tidak memiliki apa yang selama ini kita gembor-gemborkan.
Rabu, 28 Desember 2011
Natal=pesta
Sejak akhir oktober kyknya dah mulai rame toko-toko ngeluarin pernak-pernik natal disini. Semakin mendekat ke hari H, smua toko berlomba bikin program korting, sampe supermarket juga ikut-ikutan. Pokoknya seru deh.
Lampu-lampu natal digantung dipusat-pusat kota, rumah-rumah berhias dengan lampu-lampu dan pernak pernik lainnya. Seru ? Yup seru banget..
Tetapi hanya sampai disitu saja. Natal=pesta. Dan makna natal lainnya ? Ngga ada sama sekali. Semua orang merayakan natal dengan satu kata, yah pesta itu. Makanan berlimpah ruah, sampai disatu harian mengatakan, makanan terbuang percuma sampai milyaran euro setelah natal selesai.
Semua orang boleh merayakan natal disini dengan caranya masing-masing. Tapi yah hanya sampai tingkat "merayakan" saja, tanpa makna lebih dalam.
Dan pada tanggal 25 desember-nya..apa yang heboh ? Tidak ada, jalanan cenderung sunyi sepi, karena termasuk hari libur nasional untuk 2 hari. Beneran sepppiiii banget, apalagi disini natal jatuh pas emang winter.
Rasanya pengen nangis aja..lebih meriah dan bermakna merayakan natal di tanah air. Jujur...gw ngga pernah suka ngerayain natal di Belanda. Buat gw, natal disini = garing.
Lampu-lampu natal digantung dipusat-pusat kota, rumah-rumah berhias dengan lampu-lampu dan pernak pernik lainnya. Seru ? Yup seru banget..
Tetapi hanya sampai disitu saja. Natal=pesta. Dan makna natal lainnya ? Ngga ada sama sekali. Semua orang merayakan natal dengan satu kata, yah pesta itu. Makanan berlimpah ruah, sampai disatu harian mengatakan, makanan terbuang percuma sampai milyaran euro setelah natal selesai.
Semua orang boleh merayakan natal disini dengan caranya masing-masing. Tapi yah hanya sampai tingkat "merayakan" saja, tanpa makna lebih dalam.
Dan pada tanggal 25 desember-nya..apa yang heboh ? Tidak ada, jalanan cenderung sunyi sepi, karena termasuk hari libur nasional untuk 2 hari. Beneran sepppiiii banget, apalagi disini natal jatuh pas emang winter.
Rasanya pengen nangis aja..lebih meriah dan bermakna merayakan natal di tanah air. Jujur...gw ngga pernah suka ngerayain natal di Belanda. Buat gw, natal disini = garing.
Kamis, 22 Desember 2011
Kebohongan apa lagi sih ??
Mbak, mbak..kalo boong mendingan dicatet diagenda, jadinya ttp bisa diinget apa sih kebohongan hari ini yg mbak ceritain buat teman-teman dan famili diseantero Indonesia raya. Kemaren-kemaren hidup mbak sehat dengan memilih menjadi vetetaris sejati, loh koq tiba-tiba tereak-tereak pengen baso yah ? Minggu lalu baru juga cerita kalo mbak ngga doyan baso tahu yang bersaus kacang itu (lah iyalah baso tahu sausnya emang kacang kan, masa mo diganti saos tomat ABC), koq pagi ini dengan girangnya bercerita kalo suami mbak harus bersusah payah pagi-pagi membeli baso tahu disuatu tempat/toko/warung yang jaraknya jauh bener dari rumah. Halooo...toko/winkel/kantin mana yang buka pagi-pagi disini, lagian jual baso tahu ? Sumpah deh pengen ngakak guling-guling sampe ke Schiphol. Hanya supermarket Belanda yang mau buka pagi-pagi, itu juga ngga pagi-pagi amat. Begitu sayangnya sang suami sampe rela mencari baso tahu, lah emang lakinya ngga kerja ? Cerita yang lain lagi nih : Karena mual-mual jadi harus berangkat kursus bahasa Belanda dengan naik taxi (berlangganan lagi..),..OMG taxi di Belanda tarifnya mencekik leher, bukan kayak taxi di Ind yah. Masa sih kalah sama orang Belanda yang masih mikir tuh untuk naik taxi, makanya mereka milih naik sepeda atau kendaraan umum lainnya, walopun mereka punya mobil pribadi loh. 5 cent aja kembalian dari supermarket bener-bener diitung sama orang Belanda. Apa ngga pernah liat bagaimana ibu-ibu Belanda yang sedang hamil gede masih naik sepeda untuk melakukan aktifitas mereka ? Duuh masa sih ngga malu, pendatang kan harus lebih giat dari orang Belanda sendiri biar kita tidak dicap pemalas, ngga bisa apa-apa, bodoh..mau yah dianggap seperti itu ?
Mbak, orang Indonesia yang tinggal di Belanda bukan hanya mbak semata wayang loh, dari jaman Majapahit dah banyak tuh orang Indonesia yang menikah dan tinggal di Belanda.
Itulah sepenggal kisah dari seorang perempuan Indonesia yang terlalu berkhayal hidup bak putri raja dinegri antah berantah. Memalukan sekali..sampai harus sang suami yang bekerja keras mencari uang harus juga mengambil alih pekerjaan rumah karena sang istri sedang "malas", dan ngapain aja sang istri ? Duduk tenang didepan komputer, fesbukan, baca koran dan lain-lain deh. Apa begitu perilaku perempuan Indonesia ? Hmm jauh bener..perempuan Indonesia yang tinggal disini kebanyakan hebat-hebat, bukan hanya belajar dari nol ttg hidup dsini, bahkan banyak yang berdagang kue-kue, jajanan ala Ind, apa aja deh sesuai kebisa masing-masing, nggak malas..smua dilakukan sesuai kodrat sebagai istri. Ngga ada tuh ceritanya perempuan Indonesia disini hidup bak putri raja, yang hanya tinggal duduk trus makanan tersedia dimeja makan..ngga ada ceritanya sang suami harus pontang panting mencari tempe..smua dikerjakan sendiri.
Cobalah kalo bercerita untuk teman-teman di Indonesia pake sedikit kreatif..jangan hanya gembar gembor kebohongan. Mbak..mbak...hidup dinegara orang bukan hanya mengejar mimpi..tetapi kenyataan dong, jangan kayak kuntilanak deh yang berjalan ngga napak tanah..Hidup dinegara orang tuh bener-bener harus kuat, nggak menya-menye, ngga kolokan..Jangan membuat gambaran buruk tentang perempuan-perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Belanda. Kita menikah baik-baik aja masih banyak org kita yang mencibir koq. Jangan karena cerita mbak yang super melayang itu membuat orang berpikir, "oh jadi menikah dengan laki-laki Belanda tugasnya hanya untuk ditempat tidur saja yah, ngga boleh ngapa-ngapain biar seluruh badan ngga lecet". Tunjukan dong bahwa kita perempuan Indonesia bisa berkarya, minimal buat pasangan kita dan anak-anak kita, kalo hanya duduk aja tiap hari, sampai masak makanan yang gampang aja harus juga suami yang turun tangan..lah apa itu bukan namanya PEMALAS ?
Bolehlah bangga punya suami yang sayang sama kita, tetapi jangan membuat orang lain berpikir bahwa ternyata suami mbak itu tugasnya ngga beda jauh dari jongos. Kasian amat..cintai suami, puji suami sesuai dengan kenyataan, bukan mengada-ngada dan melayang tinggiiii banget. Orang yang tadinya salut dengan kasih sayang suami mbak, malah berpikir laen, dan ujung-ujungnya orang akan menghina suami mbak yang sepertinya kerjanya hanya melayani smua keperluan mbak sehari-hari dari bangun tidur sampai kembali naik tempat tidur. Pikiran orang kan tidak selalu salah, mereka menilai dari apa yang mbak gembar gemborkan selama ini. Yang wajar-wajar ajalah...
Mbak, orang Indonesia yang tinggal di Belanda bukan hanya mbak semata wayang loh, dari jaman Majapahit dah banyak tuh orang Indonesia yang menikah dan tinggal di Belanda.
Itulah sepenggal kisah dari seorang perempuan Indonesia yang terlalu berkhayal hidup bak putri raja dinegri antah berantah. Memalukan sekali..sampai harus sang suami yang bekerja keras mencari uang harus juga mengambil alih pekerjaan rumah karena sang istri sedang "malas", dan ngapain aja sang istri ? Duduk tenang didepan komputer, fesbukan, baca koran dan lain-lain deh. Apa begitu perilaku perempuan Indonesia ? Hmm jauh bener..perempuan Indonesia yang tinggal disini kebanyakan hebat-hebat, bukan hanya belajar dari nol ttg hidup dsini, bahkan banyak yang berdagang kue-kue, jajanan ala Ind, apa aja deh sesuai kebisa masing-masing, nggak malas..smua dilakukan sesuai kodrat sebagai istri. Ngga ada tuh ceritanya perempuan Indonesia disini hidup bak putri raja, yang hanya tinggal duduk trus makanan tersedia dimeja makan..ngga ada ceritanya sang suami harus pontang panting mencari tempe..smua dikerjakan sendiri.
Cobalah kalo bercerita untuk teman-teman di Indonesia pake sedikit kreatif..jangan hanya gembar gembor kebohongan. Mbak..mbak...hidup dinegara orang bukan hanya mengejar mimpi..tetapi kenyataan dong, jangan kayak kuntilanak deh yang berjalan ngga napak tanah..Hidup dinegara orang tuh bener-bener harus kuat, nggak menya-menye, ngga kolokan..Jangan membuat gambaran buruk tentang perempuan-perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Belanda. Kita menikah baik-baik aja masih banyak org kita yang mencibir koq. Jangan karena cerita mbak yang super melayang itu membuat orang berpikir, "oh jadi menikah dengan laki-laki Belanda tugasnya hanya untuk ditempat tidur saja yah, ngga boleh ngapa-ngapain biar seluruh badan ngga lecet". Tunjukan dong bahwa kita perempuan Indonesia bisa berkarya, minimal buat pasangan kita dan anak-anak kita, kalo hanya duduk aja tiap hari, sampai masak makanan yang gampang aja harus juga suami yang turun tangan..lah apa itu bukan namanya PEMALAS ?
Bolehlah bangga punya suami yang sayang sama kita, tetapi jangan membuat orang lain berpikir bahwa ternyata suami mbak itu tugasnya ngga beda jauh dari jongos. Kasian amat..cintai suami, puji suami sesuai dengan kenyataan, bukan mengada-ngada dan melayang tinggiiii banget. Orang yang tadinya salut dengan kasih sayang suami mbak, malah berpikir laen, dan ujung-ujungnya orang akan menghina suami mbak yang sepertinya kerjanya hanya melayani smua keperluan mbak sehari-hari dari bangun tidur sampai kembali naik tempat tidur. Pikiran orang kan tidak selalu salah, mereka menilai dari apa yang mbak gembar gemborkan selama ini. Yang wajar-wajar ajalah...
Senin, 19 Desember 2011
Manja ? Kelaut aja sono...
Sebenernya tinggal di Belanda untuk orang Indonesia tuh bersyukur banget loh...soalnya toko-toko asia yang menjual produk-produk Ind belatakan disetiap kota bahkan desa. Ngga susah cari tempe, cari tahu, pete, jengkol, terasi..apa aja ada. Asal kitanya mau mencari, mau berusaha masak sendiri makanan kesukaan kita. Tempe dan tahu rasanya emang agak beda deh dengan tempe tahu yang dijual di Ind, asal kita pinter mengolahnya..pasti rasa "aneh" tersebut setelah diolah dan dimasak dengan resep yang kita mau, rasanya akan enak..beneran deh.
Kalau malas masak, bisa pesen dari ibu-ibu Ind yang bisnis baso, makanan Ind, sampe jajanan pasar..ada koq yang jual. Cari info sebanyak-banyaknya dari Facebook, misalnya. Semua itu kalo emang ada niat pasti deh jalan terbuka...
Sampe restoran padang aja yang bener2 rasanya PADANG banget, ada koq....
Cari info dan melangkah keluar rumah...kalo hanya sekedar cari info lalu tunggu bumbu-bumbu atau makanan khas Ind "turun dari langit" yiaaaah buru-buru bangun dari tidur, gosok gigi, mandi, keramas kalo perlu untuk segerin otak yang mungkin emang dasarnya lelet...bergerak dong....
Manja ???? Wiiih nyemplung sono kelaut. Bagimana kalo lagi tekdung lalala atau hamil ? Duuh yang hamil kan bukan kita aja, banyak koq perempuan2 Ind yang juga pernah mengalami hamil dan melahirkan di Belanda. Apa mereka menjadi manja karena ngidam dan perut membesar..duuh perut membesar kan bukan berarti kita infalid, ngga bisa kemana-mana, ngga bisa ngapa2in...Disini sapa yang mau bantu kita ? Ngarep suami keliling seluruh Belanda raya untuk mencari tempe ? Masa sih setega itu ? suami kan kerja..kerja disini bukan kyk di Ind yg bisa nyolong2 waktu buat facebook-an, buat ngerokok bentar ke Cianjur...ngga ada tuh kayak begitu. Mo tinggal disini ? Jangan manja, jangan apa-apa suami, jangan apa-apa mengeluh, jangan apa-apa bingung cari terasi aja ampe ke Jerman..sapa yang nyari ?? sapa lagi kalo bukan suami tersayang. Inget..suami kita sekali waktu juga ngga bisa bantu kita, mungkin dia sibuk banget dengan kerjaan, mungkin dia harus menghadiri acara di kantor yang bisa ampe tengah malem baru kembali ke rumah...mo ngga makan ? Hehehehehe...cari warung sono dipinggir danau, kali aja ada yang jual nasi uduk lengkap dengan tempe goreng dan ikan asinnya.
Bergerak dong..jangan manja walo misalnya kita lagi hamil, sapa sih yang ngga ngerti gimana "kacau"nya hormon ditubuh perempuan yg lagi hamil, sapa yang ngga ngerti gimana sih rasanya ngidam, dan sapa juga yang ngga ngerti gimana perempuan lagi hamil kepengennya males2an ?...Tetapi, nah ada tapinya nih, manja atau malas kayaknya beda tipis deh. Mau anak yg kita kandung terwarisi dengan sifat manja atau malas kita ? Kalo gw sih amit-amit..coba dong tanemkan prinsip pada diri kita sendiri, kita yang mau makan tempe yah kita yang berusaha agar tempe itu ada dimeja makan. Semangat, walo cuaca tidak memungkinkan, walo mungkin kita lagi hamil, walo kita sebenernya kerepotan dengan urusan dalam rumah. Caranya ? Berdoa ? Doooh burung di udara emang TUHAN yang kasih makan, tapi apa TUHAN kasih gitu aja lewat tanganNYA dimulut tuh burung ? Ngga dong. Tuh burung kudu terbang, mungkin seharian hanya untuk cari makan. Lah kita yang dikasih pikiran (ngga ada koq manusia yang bodoh, hny malas) masa kalah sama burung yang kagak pernah makan bangku sekolahan, yg bahasanya cuman satu, yah bahasa burung itu..kita bisa macem2 bahasa koq. Semua itu ada kalo kita niat bergerak. Nulis diwall Facebook, curhat pengen sayur lodeh..lah sapa yg mo kirim..bikin sendiri dong..semua juga sibuk dengan urusannya masing-masing.
Jangan manja..walo perempuan indentik dengan kata "manja" tersebut..gagah dikit kenape ? Ngga ada yang salah koq kalo perempuan tiba-tiba jadi perkasa di negara orang. Kalo ngga gitu..pulang sono ke Ind..yang smua tinggal tunggu diteras rumah, trus pedagang macem-macem lewat.
Jadilah perempuan yang gagah perkasa, yang ngga ngeluh hanya gara-gara ngga dapetin tempe goreng..toko asia..sekali lagi belatakan dimana-mana..keluar rumah, jalan kek, naik sepeda kek, naik bis kek..datengin tuh toko, beli tempe..lalu pulang. Eits ngga hanya sampe situ, olah tuh tempe sesuai dengan apa yang kamu mau.
Akhir kata..cieee.......selamat berjuang !
Kalau malas masak, bisa pesen dari ibu-ibu Ind yang bisnis baso, makanan Ind, sampe jajanan pasar..ada koq yang jual. Cari info sebanyak-banyaknya dari Facebook, misalnya. Semua itu kalo emang ada niat pasti deh jalan terbuka...
Sampe restoran padang aja yang bener2 rasanya PADANG banget, ada koq....
Cari info dan melangkah keluar rumah...kalo hanya sekedar cari info lalu tunggu bumbu-bumbu atau makanan khas Ind "turun dari langit" yiaaaah buru-buru bangun dari tidur, gosok gigi, mandi, keramas kalo perlu untuk segerin otak yang mungkin emang dasarnya lelet...bergerak dong....
Manja ???? Wiiih nyemplung sono kelaut. Bagimana kalo lagi tekdung lalala atau hamil ? Duuh yang hamil kan bukan kita aja, banyak koq perempuan2 Ind yang juga pernah mengalami hamil dan melahirkan di Belanda. Apa mereka menjadi manja karena ngidam dan perut membesar..duuh perut membesar kan bukan berarti kita infalid, ngga bisa kemana-mana, ngga bisa ngapa2in...Disini sapa yang mau bantu kita ? Ngarep suami keliling seluruh Belanda raya untuk mencari tempe ? Masa sih setega itu ? suami kan kerja..kerja disini bukan kyk di Ind yg bisa nyolong2 waktu buat facebook-an, buat ngerokok bentar ke Cianjur...ngga ada tuh kayak begitu. Mo tinggal disini ? Jangan manja, jangan apa-apa suami, jangan apa-apa mengeluh, jangan apa-apa bingung cari terasi aja ampe ke Jerman..sapa yang nyari ?? sapa lagi kalo bukan suami tersayang. Inget..suami kita sekali waktu juga ngga bisa bantu kita, mungkin dia sibuk banget dengan kerjaan, mungkin dia harus menghadiri acara di kantor yang bisa ampe tengah malem baru kembali ke rumah...mo ngga makan ? Hehehehehe...cari warung sono dipinggir danau, kali aja ada yang jual nasi uduk lengkap dengan tempe goreng dan ikan asinnya.
Bergerak dong..jangan manja walo misalnya kita lagi hamil, sapa sih yang ngga ngerti gimana "kacau"nya hormon ditubuh perempuan yg lagi hamil, sapa yang ngga ngerti gimana sih rasanya ngidam, dan sapa juga yang ngga ngerti gimana perempuan lagi hamil kepengennya males2an ?...Tetapi, nah ada tapinya nih, manja atau malas kayaknya beda tipis deh. Mau anak yg kita kandung terwarisi dengan sifat manja atau malas kita ? Kalo gw sih amit-amit..coba dong tanemkan prinsip pada diri kita sendiri, kita yang mau makan tempe yah kita yang berusaha agar tempe itu ada dimeja makan. Semangat, walo cuaca tidak memungkinkan, walo mungkin kita lagi hamil, walo kita sebenernya kerepotan dengan urusan dalam rumah. Caranya ? Berdoa ? Doooh burung di udara emang TUHAN yang kasih makan, tapi apa TUHAN kasih gitu aja lewat tanganNYA dimulut tuh burung ? Ngga dong. Tuh burung kudu terbang, mungkin seharian hanya untuk cari makan. Lah kita yang dikasih pikiran (ngga ada koq manusia yang bodoh, hny malas) masa kalah sama burung yang kagak pernah makan bangku sekolahan, yg bahasanya cuman satu, yah bahasa burung itu..kita bisa macem2 bahasa koq. Semua itu ada kalo kita niat bergerak. Nulis diwall Facebook, curhat pengen sayur lodeh..lah sapa yg mo kirim..bikin sendiri dong..semua juga sibuk dengan urusannya masing-masing.
Jangan manja..walo perempuan indentik dengan kata "manja" tersebut..gagah dikit kenape ? Ngga ada yang salah koq kalo perempuan tiba-tiba jadi perkasa di negara orang. Kalo ngga gitu..pulang sono ke Ind..yang smua tinggal tunggu diteras rumah, trus pedagang macem-macem lewat.
Jadilah perempuan yang gagah perkasa, yang ngga ngeluh hanya gara-gara ngga dapetin tempe goreng..toko asia..sekali lagi belatakan dimana-mana..keluar rumah, jalan kek, naik sepeda kek, naik bis kek..datengin tuh toko, beli tempe..lalu pulang. Eits ngga hanya sampe situ, olah tuh tempe sesuai dengan apa yang kamu mau.
Akhir kata..cieee.......selamat berjuang !
Senin, 12 Desember 2011
Negri sejuta "tikus".
Walo dah tinggal jauh dari tanah air..baca koran kompas dan detik tetep dilakoni. Gimanapun juga emang lebih asik baca koran dgn bahasa sendiri, daripada baca koran terbitan sini yang kadang ada aja kata-kata yang maksain buka kamus atau tante google. Dari hari kehari artikelnya ngga pernah jauh-jauh dari soal korupsi, teroris, bencana alam dan dumelan para blogger sejati di kompasiana mengenai "kondisi Indonesia yang tetap carut marut".
Beberapa hari yang lalu baca tentang rekening para pegawai negri yang masih muda..buseet deh tuh "isi" rekening..duiiit mulu..ya iyalah masa mo diisi sama daun kering..hehhe. Maksudnya..duitnya itu loh berlimpah-limpah. Milyaran rupiah. Aduuuh...berapa sekarang standar gaji pegawai negri yang masih baru-baru ber"kuasa" ? Belom lagi proyek-proyek fiktif yang setiap akhir tahun dibikin laporannya, dan dengan alasan "tutup buku" nah duitnya mengalir kerekening "anak dan istri" mereka..lah anak balita aja bisa punya rekening dengan duit yang gemuk bener..lah ampun begitunya. Ada lagi ayng baru-baru ini ditangkep..Ibu Nunun...istri dari ex pejabat kepolisian. Lah lakinya kan tau hukum..koq malah bininya kriminal kelas kakap. Koleksi tas HERMES-nya buanyaaak bener, harga satu tas Hermes bisa kasih makan sekecamatan.
Yang miskin makin miskin..yang kaya dari hasil "menggaruk" duit rakyat makin aja "gemuk". Gw pernah liat di Bandung, satu keluarga hidup digerobak sampah/gerobak sayur gitu deh. Miris bener...pernah baca kan kisah keluarga-keluarga seperti ini ? Di Jakarta, yakin deh lebih banyak yang kaya begini. Sementara pemerintah diatas entah mikirin apa sih ? Bikin undang-undang baru yang menguntungkan para "tikus-tikus" duit itu..beli mesin absen aja bisa milyaran...web site termahal adanya di Ind, punya pemerintah..yang perawatannya duuuh gile bener tuh duit..asli duit semua ngga dicampur dengan rumput kering. Milyaran rupiah.
Sampe hati mereka para pejabat diatas melakukan itu...belom lagi keluhan para pengguna jalan di Jakarta, yg setiap pagi dan sore hari..mobil pejabat sampe presiden lewat dengan kawalan kendaraan polisi yang nguing-nguing bikin macet jalan..sementara rakyat kudu minggir dulu...buntut kawalan itu yah kendaraan umum, kendaraan pribadi milik rakyat yang rasanya percuma ngedumel bikin hati jengkel..tiap hari sih..lah kalo ngedumel mulu kan suasana hari itu bisa kacau balau. Apa hal itu dipikirin sama para pejabat ??? Ngga tuh...
Sedih bener...tapi rakyat hanya tetap rakyat...ngga tau harus gimana untuk bikin hidup keluarga mereka tetap bisa makan 3x sehari, tetap bisa bayar iuran sekolah anak-anak yang muahaalnya minta ampun....Pemerintah ??? Hanya janji-janji kosong sebelom mereka menjabat koar-koar..kasih makan gratis buat kaum miskin, bagi-bagi duit..intinya cari perhatian rakyat biar mereka bisa duduk menjadi anggota dewan yang TERHORMAT itu..setelah mereka terpilih...rakyat ??? Yah tetap rakyat, mengais hari demi hari dengan keringat sendiri..lupa deh pemerintah sama janji-janji mereka.
Negri yang memelihara banyak "tikus", tikus-tikus yang selalu kalap kalau liat duit, kalap liat proyek, kalap liat jabatan...namanya juga tikus..apa aja mereka gasak, yang penting perut kenyang..tetapi perut mereka emang ngga pernah kenyang. Rakus.
Beberapa hari yang lalu baca tentang rekening para pegawai negri yang masih muda..buseet deh tuh "isi" rekening..duiiit mulu..ya iyalah masa mo diisi sama daun kering..hehhe. Maksudnya..duitnya itu loh berlimpah-limpah. Milyaran rupiah. Aduuuh...berapa sekarang standar gaji pegawai negri yang masih baru-baru ber"kuasa" ? Belom lagi proyek-proyek fiktif yang setiap akhir tahun dibikin laporannya, dan dengan alasan "tutup buku" nah duitnya mengalir kerekening "anak dan istri" mereka..lah anak balita aja bisa punya rekening dengan duit yang gemuk bener..lah ampun begitunya. Ada lagi ayng baru-baru ini ditangkep..Ibu Nunun...istri dari ex pejabat kepolisian. Lah lakinya kan tau hukum..koq malah bininya kriminal kelas kakap. Koleksi tas HERMES-nya buanyaaak bener, harga satu tas Hermes bisa kasih makan sekecamatan.
Yang miskin makin miskin..yang kaya dari hasil "menggaruk" duit rakyat makin aja "gemuk". Gw pernah liat di Bandung, satu keluarga hidup digerobak sampah/gerobak sayur gitu deh. Miris bener...pernah baca kan kisah keluarga-keluarga seperti ini ? Di Jakarta, yakin deh lebih banyak yang kaya begini. Sementara pemerintah diatas entah mikirin apa sih ? Bikin undang-undang baru yang menguntungkan para "tikus-tikus" duit itu..beli mesin absen aja bisa milyaran...web site termahal adanya di Ind, punya pemerintah..yang perawatannya duuuh gile bener tuh duit..asli duit semua ngga dicampur dengan rumput kering. Milyaran rupiah.
Sampe hati mereka para pejabat diatas melakukan itu...belom lagi keluhan para pengguna jalan di Jakarta, yg setiap pagi dan sore hari..mobil pejabat sampe presiden lewat dengan kawalan kendaraan polisi yang nguing-nguing bikin macet jalan..sementara rakyat kudu minggir dulu...buntut kawalan itu yah kendaraan umum, kendaraan pribadi milik rakyat yang rasanya percuma ngedumel bikin hati jengkel..tiap hari sih..lah kalo ngedumel mulu kan suasana hari itu bisa kacau balau. Apa hal itu dipikirin sama para pejabat ??? Ngga tuh...
Sedih bener...tapi rakyat hanya tetap rakyat...ngga tau harus gimana untuk bikin hidup keluarga mereka tetap bisa makan 3x sehari, tetap bisa bayar iuran sekolah anak-anak yang muahaalnya minta ampun....Pemerintah ??? Hanya janji-janji kosong sebelom mereka menjabat koar-koar..kasih makan gratis buat kaum miskin, bagi-bagi duit..intinya cari perhatian rakyat biar mereka bisa duduk menjadi anggota dewan yang TERHORMAT itu..setelah mereka terpilih...rakyat ??? Yah tetap rakyat, mengais hari demi hari dengan keringat sendiri..lupa deh pemerintah sama janji-janji mereka.
Negri yang memelihara banyak "tikus", tikus-tikus yang selalu kalap kalau liat duit, kalap liat proyek, kalap liat jabatan...namanya juga tikus..apa aja mereka gasak, yang penting perut kenyang..tetapi perut mereka emang ngga pernah kenyang. Rakus.
Jumat, 09 Desember 2011
Pengen nulis aja..yang pasti sih ngga penting banget.
Banyak teman itu mengasikkan..ahh jadi kangen masa-masa di Bandung. Jumlah teman ngga keitung, tapi yang namanya sahabat hanya beberapa orang.
Setelah jauh dari tanah air, dan sibuk (deeeu sok sibuk deh..sok banyak kegiatan..heheh) jadi ibu rumah tangga, untuk mencari teman agak-agak lelet. Tetangga ?? Yah orang sini sibuk dengan hidupnya masing-masing, rata-rata juga suami istri kerja, ketemu cuman kalau papasan dijalan pas mau keluar rumah..kadang-kadang nama mereka aja ngga tau :-(
Bertemu teman-teman baru sangat menyenangkan. Apalagi kalau sama-sama berasal dari Indonesia..waaah yang diomongin ngga akan pernah jauh dari urusan "makanan dan jajanan". Hahahaha..mungkin dah jadi budaya orang Indonesia..wisata kuliner. Lah kalau disini wisata kuliner dimana ??? Nunggu pasar Tong-tong di Den Haag yang diadain setahun sekali ? Dah kelamaan deh...Akhirnya berkutat masing-masing di dapurnya..meracik masakan ala Indonesia beneran. Dari yang dulunya ngga tau masak, eh sampe akhirnya terima pesenan disini. Komplit deh jagonya ibu-ibu Indonesia yang jauh dari tanah air.
Tetapi ada juga yang terkadang sedikit menyinggung kata-katanya..ada juga yang kadang masuk terlalu dalam urusan rumah tangga temannya. Nah ini juga sepertinya budaya orang Indonesia..mau tau sampe isi kulkas orang lain, menasehati terlalu dalem jadi kesannya menggurui, padahal yang menasehati tersebut belom pengalaman apa-apa..blom tau kan gimana repotnya ngurus anak ??? Belom tau kan gimana kudu anter jemput anak dari sekolah walo badan sedang ngegubrak kena flu, misalnya...Blom tau juga kan gimana ngga seleranya suami dengan masakan ala Indonesia..bingung mo masak apa hayoo ???
Yah itulah berteman..ada uniknya, tetapi ada juga ngejengkelin plus nyebelin. Kalo yang begitu..hmmm cari taktik aja buat rada-rada jaga jarak..bukannya apa-apa..toh kita masing-masing juga dah punya kehidupan rumah tangga sendiri-sendiri, blom lagi direpotin sama harus ikut kursus bahasa Belanda yang bikin eneq karena sulit banget gramatikanya...ah emang gw-nya aja yang ngga pinter kali yee...Hehehehe..sebodo deh..yang penting dah bisa cas cis cus walo ngelantur dari aturan bahasanya..maklum dong namanya juga pendatang dinegri orang..lah bahasa Belanda kan bukan bahasa ibu gw..tapi bahasa laki gw...wkwkwkw.
Ah udah deh..sekian dulu nulisnya...
Setelah jauh dari tanah air, dan sibuk (deeeu sok sibuk deh..sok banyak kegiatan..heheh) jadi ibu rumah tangga, untuk mencari teman agak-agak lelet. Tetangga ?? Yah orang sini sibuk dengan hidupnya masing-masing, rata-rata juga suami istri kerja, ketemu cuman kalau papasan dijalan pas mau keluar rumah..kadang-kadang nama mereka aja ngga tau :-(
Bertemu teman-teman baru sangat menyenangkan. Apalagi kalau sama-sama berasal dari Indonesia..waaah yang diomongin ngga akan pernah jauh dari urusan "makanan dan jajanan". Hahahaha..mungkin dah jadi budaya orang Indonesia..wisata kuliner. Lah kalau disini wisata kuliner dimana ??? Nunggu pasar Tong-tong di Den Haag yang diadain setahun sekali ? Dah kelamaan deh...Akhirnya berkutat masing-masing di dapurnya..meracik masakan ala Indonesia beneran. Dari yang dulunya ngga tau masak, eh sampe akhirnya terima pesenan disini. Komplit deh jagonya ibu-ibu Indonesia yang jauh dari tanah air.
Tetapi ada juga yang terkadang sedikit menyinggung kata-katanya..ada juga yang kadang masuk terlalu dalam urusan rumah tangga temannya. Nah ini juga sepertinya budaya orang Indonesia..mau tau sampe isi kulkas orang lain, menasehati terlalu dalem jadi kesannya menggurui, padahal yang menasehati tersebut belom pengalaman apa-apa..blom tau kan gimana repotnya ngurus anak ??? Belom tau kan gimana kudu anter jemput anak dari sekolah walo badan sedang ngegubrak kena flu, misalnya...Blom tau juga kan gimana ngga seleranya suami dengan masakan ala Indonesia..bingung mo masak apa hayoo ???
Yah itulah berteman..ada uniknya, tetapi ada juga ngejengkelin plus nyebelin. Kalo yang begitu..hmmm cari taktik aja buat rada-rada jaga jarak..bukannya apa-apa..toh kita masing-masing juga dah punya kehidupan rumah tangga sendiri-sendiri, blom lagi direpotin sama harus ikut kursus bahasa Belanda yang bikin eneq karena sulit banget gramatikanya...ah emang gw-nya aja yang ngga pinter kali yee...Hehehehe..sebodo deh..yang penting dah bisa cas cis cus walo ngelantur dari aturan bahasanya..maklum dong namanya juga pendatang dinegri orang..lah bahasa Belanda kan bukan bahasa ibu gw..tapi bahasa laki gw...wkwkwkw.
Ah udah deh..sekian dulu nulisnya...
Langganan:
Postingan (Atom)